Minggu, 28 Juni 2020

Si penyakit mematikan

Assalamualaikum wr wb Hai guys apa kabar kalian? semoga sehat selalu


A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
      Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah(Glukosa) hingga diatas nilai normal diabetes memiliki dua tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Di Indonesia diabetes mellitus adalah penyakit urutan keenam paling banyak merenggut nyawa penduduk Indonesia, masyarakat Indonesia sendiri sering kali mengabaikan penyakit diabetes mellitus ini. Biasanya penyakit ini sering kali ditandai dengan kekurangan kadar insulin dalam tubuh.
      Ada beberapa factor yang menyebabkan antara lain diabetes tipe 1 disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah dalam sel sehingga glukosa menumpuk dalam darah, gangguan ini disebabkan pancreas tidak dapat memproduksi hormone tertentu,  pada diabetes tipe 2 gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan tertentu atau kekurangan hormon tertentu yang relative dibandingkan kadar glukosa darah.
      Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat terutama pada malam hari, rasa lapar yang terus menurus, berat badan yang turun tanpa sebab yang jelas, lemah dan lemas, pandangan yang kabur, luka yang lama sembuh, sering mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi atau vagina(Wijoyo,2004).
1.2 Rumusan Masalah
      a. Apa itu Diabetes Mellitus?
      b. Apakah Penyebab Diabetes Mellitus ?









B. PEMBAHASAN
       Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis paling mematikan urutan keenam di Indonesia dengan rentan usia pengidap diabetes mellitus 60 tahun ke atas, tidak hanya orang dewasa yang mengalami diabetes mellitus anak dengan usia 8 tahun ke atas juga terkena diabetes mellitus. Diabetes mellitus adalah yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah(Glukosa) hingga diatas nilai normal diabetes memiliki dua tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Adapun factor factor yang menyebabkan diabetes mellitus antara lain
         Faktor Diabetes Mellitus tipe 1
·         Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.
·         Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.
·         Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4-7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10-14 tahun.
·         Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.
         Faktor  Diabetes Mellitus tipe 2
·         Berat badan berlebihan atau obesitas
·         Gaya hidup yang tidak aktif
·         Riwayat diabetes saat hamil
·         Wanita dengan sindrom ovarium polikistik yang ditandai dengan haid tidak
·         teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, obesitas.
         Ada beberapa factor yang menyebabkan antara lain diabetes tipe 1 disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah dalam sel sehingga glukosa menumpuk dalam darah, gangguan ini disebabkan pancreas tidak dapat memproduksi hormone tertentu,  pada diabetes tipe 2 gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan tertentu atau kekurangan hormon tertentu yang relative dibandingkan kadar glukosa darah.
       Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat terutama pada malam hari, rasa lapar yang terus menurus, berat badan yang turun tanpa sebab yang jelas, lemah dan lemas, pandangan yang kabur, luka yang lama sembuh, sering mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi atau vagina(Wijoyo,2004).

C. KESIMPULAN
     1. Kesimpulan
             Diabetes Mellitus merupakan yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia dikarenakan masyarakat menyepelekan kesehatan,dengan memakan makanan yang berlemak, menjaga berat badan dan merokok. Penyakit ini sering kali di pandang sebelah mata sebagian masyarakat Indonesia selalu menghiraukan penyakit tersebut.
    2. Saran
           Saran saya sebagai penulis agar masyarakat jangan terlalu menyepelekan suatu penyakit yang sudah berhubungan dengan penyakit disana dengan menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan tidak merokok. Dan dengan mengkonsumsi ekstrak buah kersen sebagai obat.

Kamis, 19 Maret 2020

Buah kersen yang kaya manfaat


Hallo!!!! everyone everybody, apa kabar nya hari ini? Semoga sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan yang maha esa. Selamat datang di blog aku 😉 kali ini aku akan menyajikan kepada kalian para pembaca yang budiman tentang buah kersen yang sering kita jumpai disekitaran kita. Yaaaah walaupun banyak kekurangannya di blog aku kali ini semoga dengan kalian membaca ini pengetahauan kalian bertambah yaaah. Selamat membaca blog aku yaaaaa😊


EKTRAK BUAH KERSEN PENCEGAHAN DIABETES
Keyword: Buah Kersen ( Muntingia calabura L. )
     Kersen merupakan tanaman berbuah kecil yang biasanya banyak disukai oleh anak-anak. Pertumbuhannya bisa mencapai tinggi 12 m. Nama lain kersen dengan berbagai bahasa antara lain Japanse kers (Belanda), Jamaican cherry (Inggris), talok (Jawa),  takop farang (Thailand), cay trung ca (Vietnam), kerukup siam (Malaya), Jamaican cherryPanama berrySingapore cherry (Inggris), atau Japanese cherry (India). Tanaman ini selalu berwarna hijau, berbunga, dan berbuah sepanjang tahun. Buah kersen memiliki ciri ciri berbentuk bulat, berdiameter bulat dan memiliki rasa yang manis sehingga banyak anak kecil yang menyukainya. Saat buah tersebut masak berwarna merah dan jika belum matang berwarna hijau,jika di makan akan terasa biji kecil didalam kersen yang seperti pasir.(Kosasih, dkk , 2013)
                                               

                                                                                
                                        Gambar 1. Buah kersen (Muntingia calabura L.)
                                        Sumber. Kosasih, dkk,2013
   
Klasifikasi kersen adalah sebagai berikut:
     Kingdom : Plantae
     Divisi : Magnoliophyta
     Kelas : Magnoliopsida
     Ordo : Malvales
    Famili : Muntingiaceae
   Genus : Muntingia
   Species : Muntingia calabura L.
Tidak hanya enak dimakan buah kersen juga memiliki banyak segudang manfaat antara lain vitamin A yang tinggi, betakaroten, rutin mengkonsumsi buah kersen secara rutin setiap hari dapat mengurangi rasa sakit akibat akibat asam urat, membantu  menurun kan berat badan bagi orang yang sedang melakukakn diet. Walaupun banyak memiliki segudang manfaat apabila di konsumsi secara berlebihan akan menimbulkan efek samping bagi tubuh manusia salah satunya adalah mengalami sakit perut, mengalami mual serta muntah, mengalami alergi. Banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui berbagai efek samping yang di timbulkan oleh buah kersen.Tidak hanya anak kecil yang suka memakan buah kersen berbagai lapisan masyarakat dari orang tua sampai anak muda menyukai yang namanya buah kersen. Tidak jarang masyarakat Indonesia memakan begitu saja buah kersen tanpa di cuci terlebih dahulu. (Rahman, 2010).
     Buah kersen sangat cocok tumbuh di daerah Indonesia karena keadaan yang tropis tanaman kersen  ini berasal dari Amerika Tropis(Meksiko Selatan,Karibia sampai Peru dan Bolivia). Buah kersen ini sudah tidak asing lagi di dengar di telinga  masyarakat Indonesia buah kersen atau buah seri.Di berbagai daerah buah kersen berbeda beda dalam nama panggilannya salah satu nya di daerah Jawa di sebut dengan nama talok.Berbagai jenis burung seperti burung merbah dan juga burung cabe sering menjumpai pohon untuk memakan buah ataupun memakan sari buah yang manis. Buah kersen sering dijadikan cemilan oleh masyarakat Indonesia karena hal itu buah kersen sangat mudah dijumpai di Indonesia sering tumbuh di selokan dan juga di retakan tembok atau pagar rumah. Kayu seri lunak dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut. Daunnya dapat dijadikan semacam teh (Rahman, 2010).
Buah kecil yang terkesan tidak ada gunanya yang hanya dijadikan sebagai cemilan dan juga makan burung memiliki harga yang  lumayan mahal. Pasalnya buah kersen dijual seharga Rp.40.000/ seratus gram atau sekitar Rp.200 ribu/kg. Tidak hanya di makan secara langsung dari pohon buah kersen juga bisa di buat olahan yang cukup menarik antara lain selai buah kersen,jus buah kersen,sirup buah kersen selain tiga bahan tersebut buah kersen juga bisa dibuat untuk jaman sekarang yaitu muffin dan juga pudding. Hidangan yang kekinian tersebut menarik perhatian  masyarakat banyak  jadi menjadikan ini menjadi keuntungan bagi penjual makanan tersebut.(Octavia, 2014).
Tidak hanya di jadikan sebagai kue,muffin,pudding, ataupun jus dari buah kersen. Di tangan  masyarakat  Glagah Kabupaten Lamongan buah kersen yang hanya dijadikan sebagai makanan kekinian disulap menjadi makanan tradisional yang banyak di gemari yaitu dodol buah kersen.Siapa sih yang tidak tau akan dodol rasa nya yang legit dan juga manis tekstur yang lengket dan juga kenyal di gemari masyarakat Indonesia.Dodol buah kersen merupakan panganan yang terdengar unik dan juga baru di industry makanan. Hal ini di jadikan sebagai salah satu buah tangan yang bawa para wisatawan dari daerah Glagah Kabupaten Lamongan. (Octavia, 2014).








Kosasih, E., Supriatna, N., Ana, E., (2013), Informasi Singkat Benih Kersen/Talok (Muntingia calabura L.), Balai Perbenihan Tanaman Hutan Jawa dan Madura.
Octavia, 2014. Organoleptik Vitamin C Selai Buah Kersen (Muntingia Calbura) Dengan Penambahan Gula Pasir Dari Kulit Jeruk Siam. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rahman, M., S.A. Fakir dan M. Rahman, 2010. Fruit Growth of China Cherry (Mintingia calabura). Jurnal Botany Research International. Vol 3 (2): 56-60.


Si penyakit mematikan

Assalamualaikum wr wb Hai guys apa kabar kalian? semoga sehat selalu A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang        Diabetes adalah penyaki...