A.
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Diabetes
adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai
dengan meningkatnya kadar gula darah(Glukosa) hingga diatas nilai normal
diabetes memiliki dua tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Di Indonesia diabetes
mellitus adalah penyakit urutan keenam paling banyak merenggut nyawa penduduk
Indonesia, masyarakat Indonesia sendiri sering kali mengabaikan penyakit
diabetes mellitus ini. Biasanya penyakit ini sering kali ditandai dengan kekurangan
kadar insulin dalam tubuh.
Ada
beberapa factor yang menyebabkan antara lain diabetes tipe 1 disebabkan karena
adanya gangguan dalam tubuh sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa
darah dalam sel sehingga glukosa menumpuk dalam darah, gangguan ini disebabkan
pancreas tidak dapat memproduksi hormone tertentu, pada diabetes tipe 2 gangguan ini terjadi
akibat tubuh tidak efektif menggunakan tertentu atau kekurangan hormon tertentu
yang relative dibandingkan kadar glukosa darah.
Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara
lain sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat terutama pada
malam hari, rasa lapar yang terus menurus, berat badan yang turun tanpa sebab
yang jelas, lemah dan lemas, pandangan yang kabur, luka yang lama sembuh,
sering mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi atau
vagina(Wijoyo,2004).
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa itu Diabetes Mellitus?
b. Apakah Penyebab Diabetes Mellitus ?
B.
PEMBAHASAN
Diabetes Mellitus
adalah penyakit kronis paling mematikan urutan keenam di Indonesia dengan
rentan usia pengidap diabetes mellitus 60 tahun ke atas, tidak hanya orang
dewasa yang mengalami diabetes mellitus anak dengan usia 8 tahun ke atas juga
terkena diabetes mellitus. Diabetes mellitus adalah yang berlangsung jangka
panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah(Glukosa) hingga
diatas nilai normal diabetes memiliki dua tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Adapun
factor factor yang menyebabkan diabetes mellitus antara lain
Faktor Diabetes Mellitus tipe 1
·
Faktor riwayat keluarga atau keturunan,
yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika
ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan
dengan gen tertentu.
·
Faktor geografi, orang yang tinggal di
daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia,
berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D
yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.
·
Faktor usia. Penyakit ini paling banyak
terdeteksi pada anak-anak usia 4-7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10-14
tahun.
·
Faktor pemicu lainnya, seperti
mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium
nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki
ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.
Faktor
Diabetes Mellitus tipe 2
·
Berat badan berlebihan atau obesitas
·
Gaya hidup yang tidak aktif
·
Riwayat diabetes saat hamil
·
Wanita dengan sindrom ovarium polikistik
yang ditandai dengan haid tidak
·
teratur, pertumbuhan rambut berlebihan,
obesitas.
Ada beberapa factor yang menyebabkan antara
lain diabetes tipe 1 disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh sehingga
tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah dalam sel sehingga glukosa menumpuk
dalam darah, gangguan ini disebabkan pancreas tidak dapat memproduksi hormone
tertentu, pada diabetes tipe 2 gangguan
ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan tertentu atau kekurangan
hormon tertentu yang relative dibandingkan kadar glukosa darah.
Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain
sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat terutama pada malam
hari, rasa lapar yang terus menurus, berat badan yang turun tanpa sebab yang
jelas, lemah dan lemas, pandangan yang kabur, luka yang lama sembuh, sering
mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi atau vagina(Wijoyo,2004).
C.
KESIMPULAN
1. Kesimpulan
Diabetes Mellitus merupakan yang paling
banyak dialami masyarakat Indonesia dikarenakan masyarakat menyepelekan
kesehatan,dengan memakan makanan yang berlemak, menjaga berat badan dan merokok.
Penyakit ini sering kali di pandang sebelah mata sebagian masyarakat Indonesia
selalu menghiraukan penyakit tersebut.
2. Saran
Saran
saya sebagai penulis agar masyarakat jangan terlalu menyepelekan suatu penyakit
yang sudah berhubungan dengan penyakit disana dengan menjaga pola makan,
menjaga berat badan, dan tidak merokok. Dan dengan mengkonsumsi ekstrak buah
kersen sebagai obat.
